Showing posts with label satwa. Show all posts
Showing posts with label satwa. Show all posts

10 Potret Sarang Burung Ditempat-tempat Yang Aneh dan Tak Terduga


Pada umumnya seokor burung akan membuat rumah atau sarang mereka dipohon, itu di syaratkan agar telur ataupun anak mereka akan baik-baik saja. Namun ada segelintir burung yang membuat sarang ditempat yang tidak semestinya, seperti yang dilansi dari yukepo.com,jumat(1/12/2017). 10 burung ini malah membuat sarang di mobil bahkah ada yang dipesawat lo.
Dalam membuat sarang biasanya burung membutuhkan ranting, daun-daun kering, rumput ilalang, bahkan tanah. Nmaun berbeda jenis burung, maka berbeda pula cara dalam membuat sarang.
Nah, kali ini saya akan menunjukkan potret-potret burung yang membangun sarangnya ditempat-tempat yang tidak terduga.

10 Potret Sarang Burung Ditempat Yang Tidak Terduga

1.Memanfaatkan fasilitas yang ada


Dengan memanfaatkan lubang pada cone lalu lintas, burung ini dapat membuat sarang yang sedikit aman bagi anak-anaknya.

2. Memilih tempat disebuat patung


Memilih tempat diatas kepala patung merupakan sebuah ide yang tidak tepat, jika hujan lebat disertai angin kencang , maka habislah sudah sarang burung tersebut dikarenakan tidak adanya penghalang angin dan hujan.

3. Memilih lampu rambu lalu lintas

Menurut saya sarang burung yang satu ini cukup aman, tapi jika ketahuan petugas rambu maka kelar deh sarang burung ini.

4. Akibat menyimpan teko sembarangan


Ini merupakan sarang burung terunik dan tekreatif menurut admin, boleh juga teko disimpan sembarangan seperti ini.

5. Lentera yang berguna bagi burung swallow


Bisa dilihat bahwa burung layang-layang ini membangun sarangnya di bekas lentera yang sudah usang dan berkarat ini.

6. Wiper mobil sebagai tempat sarang yang tidak tepat


Nampaknya burung yang satu ini adalah burung yang paling malas dalam urusan mencari tempat untuk menbangun sarang, kalu wiper mobilnya digerakkan makan hancurlah sarang mu wahai burung.

7. Burung yang ingin jalan-jalan gratis


Terlihat seekor burung yang sedang mengawasi keadaan sekitar.

8. Membutuhkan kehangatan mesin.

Sebuah sarang yang tak lazim adanya, ditempat seperti ini. mungkin karena burung tersebut membutuhkan kehangatn dari mesin mobil tersebut.

9. Didalam sepatu bekas.


Apa tidak bau membuat sarang didalam sepatu bekas begitu, tapi oke juga sih dalam urusan keamanan.

10. Bila ditiup angin kelar ni sarang.


Apa tidak ada tempat yang lebih stabil lagi untuk membuat sarang, kalu seperti ini, bisa brabe urusannya.


Nah itulah 10 potret sarang burung ditempat yang tidak biasa, biarpun tempat tersebut terlihat aneh, tapi burung-burung tersebut menganggap tempat tersebut lah yang paling aman untuk melindungi telur dan anak-anak mereka dari jangkauan para predator, jadi jika kamu melihat ada sarang burung didekat rumah kamu sebaiknya jangan di usik atau di kacau.

Bak "Drummer", Kakatua Ini Mainkan Musik Demi Pikat Lawan Jenisnya


kakak tua

Kita sering mendengar bahwa musik adalah bahasa universal. Namun, ungkapan ini rupanya juga berlaku dalam dunia satwa.

Kakatua raja (Probosciger aterrimus) punya cara jitu untuk merebut hati burung pujaan hatinya, yakni dengan bermain musik.

Selama proses pendekatan, kakatua yang berasal dari Australia dan Guinea Baru ini akan membuat alat khusus seperti stik drum. Stik berasal dari cabang kokoh pohon dan berukuran sekitar 20cm.

Kemudian, dengan mantap kakatua jantan merayu betina dengan cara memukulkan cabang kayu pada pohon tempat bersarang secara berirama. Tindakan mengetuk ini bisa bertahan hingga 30 menit.

Memang butuh usaha yang keras bagi kakatua soal pencarian jodoh. "Betina mengamati kakatua jantan dengan sangat ketat, termasuk ketika sedang membuat alat karena akan menunjukkan kekuatan paruh jantan," kata Robert Heinsohn, ketua peneliti di Australian National University seperti yang dikutip dari Live Science, Rabu (28/6/2017).

Selain itu, kakatua betina hanya mampu menetaskan sebutir telur setiap dua tahun sekali. Itulah kenapa selama masa pendekatan, jantan akan mencoba menarik perhatian betina dengan menggunakan irama ketukan yang berbeda dan juga gerakan untuk menunjukkan ketertarikan seksual mereka.
"Ketukan dan irama tampaknya merupakan komponen ekstra yang dirancang lebih lanjut untuk menarik perhatian betina," kata Heinsohn.

Heinsohn pertama kali menemukan kakatua ini ketika sedang mempelajari spesies burung beo di Cape York Peninsula, bagian utara Queensland, Australia, pada tahun 1997 yang lalu.

"Saya berjalan melewati hutan hujan dan mendengar suara ketukan yang jelas di depan. Itu adalah kakatua raja jantan yang terlihat mencolok di tepian batang pohon dengan sebatang tongkat. Saya kemudian melakukan penelitian kembali untuk memahami mengapa mereka melakukan ini," urainya.

Namun, bukan perkara mudah juga untuk melakukan pengamatan tersebut. Heinsohn dan rekan-rekannya butuh tujuh tahun untuk diam-diam merekam aktivitas kakatua itu. Mereka juga harus mencari waktu yang tepat, yaitu sebelum musim bertelur yang dimulai antara bulan Juni dan Juli.

Sebelum studi para peneliti, catatan singkat dalam jurnal burung 1984 adalah satu-satunya deskripsi tentang perilaku kakatua ini.

Setelah mengumpulkan 131 rekaman dari 18 kakatua jantan, peneliti menggunakan perangkat lunak komputer untuk mengubah rekaman menjadi spectrogram (tampilan visual dari suara).

Kesimpulannya, burung kakatua ini memang membuat bunyi berirama yang berarti ketukannya tidak acak.
Selain itu, analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing dari 18 burung memiliki gaya tersendiri. Beberapa ketukan lebih cepat dan yang lainnya lebih lambat.

"Menariknya, beberapa jantan memulai irama ketukannya dengan sangat cepat kemudian melambat menjadi irama yang tetap," jelas Heinsohn.

Temuan ini menunjukkan bahwa kakatua memiliki beberapa komponen kunci yang terdapat pada musik instrumental manusia, termasuk membuat alat suara, tampil konsisten, membuat ketukan reguler, dan menciptakan gaya yang berbeda-beda.

Hewan lain seperti tikus, burung pelatuk dan simpanse juga punya perilaku menimbulkan irama. Namun, mereka tidak membuat suara yang berirama dan alat suara khusus.

Heinsohn juga menjelaskan bahwa perilaku ini mungkin juga bisa menjadi petunjuk bagaimana manusia mulai memproduksi irama. "Mungkin awalnya ketukan juga digunakan oleh manusia untuk menarik lawan jenis sebelum akhirnya digunakan untuk tujuan lain, seperti untuk berinteraksi misalnya," imbuh Heinsohn.